Gita Wana
Hutan bernyanyi. Suara airnya yang mengalir tenang. Kicauan burung nan indah. Nyanyian yang seolah mencapai cakrawala. Hingga derap para pencari janabijana baru sampai. Pencari harsa sementara yang gegabah. Kemudian melipur jejak mereka sendiri. Diantara gerak-geriknya yang semu. Hilang sudah pohon yang berjejal. Tergantikan oleh paradiso dunia. Nyanyiannya kini lengser oleh pertanyaan. Di mana asmaraloka yang katanya itu? [T.D.]